PELAKU IKM DILATIH CARA MEMPERCANTIK KEMASAN

PELAKU IKM  DILATIH CARA MEMPERCANTIK KEMASAN

Rumbia, Kominfos

(Sumber : Tim Kominfos) Sejumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Bombana, mendapat pelatihan tata cara meningkatkan kualitas kemasan produk usaha. Pelatihan tersebut digelar di aula Kantor Kecamatan Poleang Timur, Rabu (3/7).

Dalam pelatihan ini, dinas perindustrian dan perdagangan dan koperasi (Perindagkop) Bombana lebih fokus mengajarkan tata cara mempercantik kemasan hingga berkualitas, higienis dan layak beredar di pasaran.

Sejumlah kelompok IKM yang didominasi pelaku industri rumah tangga ini cukup antusias mempelajari langkah-langkah terbaik demi meningkatkan penghasilan melalui usaha mereka. Para pelaku usaha industri rumah tangga itu kebanyakan adalah kelompok usaha dompo pisang yang saat ini merupakan produk camilan khas di daerah itu. sekitar 5 kelompok dengan masing-masing anggota sebanyak 5 orang ini pula diantaranya terdapat kelompok usaha kripik pisang.

Alamsyah selaku pengelola camilan  dompo pisang di Poleang Timur mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan hadirnya Perindagkop yang terus membina pelaku IKM di daerah itu, utamanya di Kecamatan Poleang Timur.

" Kami cukup terbantu dan selalu dimudahkan dalam mengembangkan usaha kami disini. Perindag tidak hanya menyalurkan bantuan mesin pembuat dompo, tapi hari ini kami diajarkan cara mempercantik kemasan untuk meyakinkan masyarakat atau konsumen di pasaran," kata Alamsyah usai mengikuti pelatihan tersebut.

Alamsyah mengungkapkan, bahwa sudah setahun terakhir dirinya mengelola dengan baik bantuan mesin produksi dompo yang saat ini terletak di Kelurahan Bambea, Poleang Timur. Sejak saat itu, dirinya yang mendapat kepercayaan sebagai ketua di kelompoknya berkomitmen akan terus mengembangkan usaha dompo pisang tersebut hingga layak beredar di pasar Nasional.

Kepala Dinas Perindakop Bombana, Asis Fair mengatakan, pihaknya tak sekedar memberikan bantuan berupa peralatan bagi para pelaku IKM. Namun, ada upaya berkelanjutan untuk mendorong usaha mereka melalui pelatihan, baik teori maupun praktek. Hasilnya, akan ada peningkatan kualitas pada produk yang dikembangkan.

" Ada sekitar 1. 400 pelaku IKM di yang tersebar di seluruh wilayah Bombana. menjadi perhatian kami untuk membantu mereka mengelola usahanya, minimal bisa meningkatkan penghasilan masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran di daerah ini," jelas Asis Fair.

Asis Fair menjelaskan, dalam meningkatkan kemasan salah satu produk, pelaku usaha tentu memperhatikan soal terpenuhinya kebutuhan pelanggan.  Hal itu merupakan satu hal yang sangat penting dan sangat dipengaruhi oleh tingkat mutu yang diberikan oleh pelaku usaha kepada pelanggan yang meliputi kualitas produk, harga serta ketepatan waktu pengiriman.

" Intinya, kemasan yang berkualitas dan higienis sangat berpengaruh pada kepuasan pelanggan. Makanya, kami berupaya membantu para pelaku IKM untuk lebih kreatif menyajikan sebuah produk yang bermutu dan menjamin kepuasan pelanggan," ujarnya.

Tak sekedar itu, pihaknya terus memudahkan masyarakat untuk meningkatkan usaha dan bahkan bagi wirausaha pemula melalui kerjasama dengan pihak perbankan. Kerjasama tersebut akan membuka ruang bagi para pelaku IKM untuk meminjam modal usaha sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama pihak bank.

" Kami telah bekerjasama denga Bank Sultra untuk memudahkan masyarakat pelaku usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jadi, palaku IKM yang benar-benar telah diakui oleh pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten sudah tentu bisa dimodali untuk meningkatkan usahanya," pungkasnya.

 

 

Komentar

Umpan Ikan Nilem Air Keruh

Terimakasih infonya.. Kunjungi juga http://bit.ly/2MWiao7

Komentar Anda