Menjaga Kesehatan Mental Di Tengah Pandemi Covid-19

Menjaga Kesehatan Mental Di Tengah Pandemi Covid-19

Menjaga Kesehatan Mental Di Tengah Pandemi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020, - Kemunculan virus corona sejak bulan Desember 2019 lalu menggemparkan banyak orang dari berbagai belahan dunia. Pasalnya, penyebaran virus COVID-19 yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini sangat cepat meluas ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Apalagi, virus pandemi ini telah menelan korban jiwa hingga ribuan orang secara global. Rasa takut dan cemas pun wajar dialami setiap orang.

Tercatat di Indonesia hingga Rabu 25 Maret 2020 Jumlah pasien positif terinfeksi Virus corona (Covid-19) disebut bertambah menjadi 790 orang, dari jumlah itu korban meninggal mencapai 85 orang, dengan jumlah pasien yang sembuh 31 orang. Hal inilah yang memicu rasa panic atau rasa cemas berlebihan, terlebih lagi setiap harinya ada kasus kematian.

Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan Negara yang tingkat rasio kematian cukup tinggi dengan case fatality rate 7,34%,Rabu(25/3/2020).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus corona sebagai pandemi pada hari Rabu (11/3). Hal ini membuat pemerintah dan masyarakat dunia makin waspada dengan penyebaran virus corona. 

Dosen psikiatri dari Baylor College of Medicine, Nidal Moukaddam, dalam artikelnya mengatakan bahwa pandemi COVID-19 bukan saja fenomena kesehatan atau medis. Lebih dari itu, fenomena virus corona dapat menyebabkan gangguan kesehatan jiwa atau mental bagi seseorang.
Meski penting untuk mencari informasi terpercaya, Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah untuk membentengi diri dari stres dan panik berlebih di tengah wabahnya corona.

Mengikuti perkembangan tentang virus corona memang penting untuk kewaspadaan. Namun terus-menerus terpapar informasi, baik yang terpercaya maupun tidak, juga dapat membuat seseorang menjadi lebih stres. Orang yang sebelumnya sudah mengalami gangguan mental adalah kelompok yang mungkin paling rentan terkena dampak psikis dari situasi ini.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu menjaga kesehatan mental Anda maupun orang-orang terdekat dalam menghadapi pandemi corona:
1.Batasi konsumsi berita dan selektif terhadap bacaan Dalam sehari, berapa banyak informasi yang beredar seputar corona di grup aplikasi pesan Anda, Terlebih kita yang berada di daerah  yang mengandalkan berita melalui sosmed, Meski beragam informasi tersebut disebar oleh keluarga atau teman, Anda sebaiknya lebih hati-hati karena tak menutup kemungkinan bahwa berita itu hoaks. 

Alih-alih merasa tenang, Anda justru bisa lebih panik dan cemas. Maka tidak heran jika banyak yang mengatakan Bukan korona yang membunuh kita tetapi Hoaks sebab penyebaran berita hoaks lebih masif dibandingkan virus corona. 

Pastikan Anda selalu memantau perkembangan virus corona dari sumber-sumber yang benar-benar terpercaya. Contohnya dari situs WHO, Kementerian Kesehatan RI, dan Health Map. 

2. Berpikir positif
Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memelihara pikiran positif. Mulai dari memberikan sugesti positif pada diri sendiri, lebih berfokus pada hal-hal baik dan menyenangkan dalam hidup, selalu bahagia dan bersyukur di setiap situasi/keadaan meski di tengah wabah corona .Selalu Bersyukur membuat hidup kita akan terasa tenang, nyaman, damai, dan bahagia.Hal itu karena rasa syukur mampu meminimalisasi emosi negatif, seperti cemas, panik, khawatir, takut, dan gelisah dan menggantikannya dengan emosi positif, yakni tentram, nyaman, dan damai.

Dalam menghadapi masa krisis COVID-19, masyarakat harus berpikiran positif dan tenang supaya mentalnya sehat dan daya tahan tubuh tidak melemah. Dengan daya tahan tubuh yang tetap terjaga baik, maka tubuh tidak mudah terkena penyakit. 

Terus tanamkan dalam diri bahwa semuanya akan baik-baik saja, wabah ini akan berlalu dunia yang akan menang dalam pertempuran ini. seperti pepatah mengatakan setelah badai pasti ada pelangi.

3. Melaksanakan Himbauan pemerintah.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan beberapa himbauan/kebijakan diantaranya, saat ini masyarakat dianjurkan untuk melakukan social distancing (membatasi interaksi sosial). Masyarakat pun diminta membatasi pertemuan-pertemuan yang melibatkan keramaian massa,menjaga jarak ketika berada di luar rumah atau tempat ramai,meliburkan anak sekolah dan menggantinya dengan belajar online.

Selain itu, Pemerintah juga mengeluarkan seruan untuk stay at home,belajar dan bekerja di rumah,jangan keluar jika tidak penting,seruan ini juga sangat digaungkan oleh tenaga medis,sebab mereka sangat merasa terbantu jika kita tetap berada dirumah,sebab untuk mengurangi orang terpapar virus covid-19,dengan demikian pekerjaan mereka bisa berkurang,karena merekalah pejuang yang berada di garda terdepan dalam peperangan melawan virus corona,tetapi hal ini menjadi dilematis ditengah masyarakat,karena sebagian masyarakat masih banyak yang belum mengindahkan himbauan tersebut, mereka beralasan tidak ada pilihan lain sebab harus bekerja untuk menafkahi keluarganya,padahal jika kita bisa  mematuhi himbauan tersebut sangat membantu mencegah paparan virus corona, atau memutus tali rantai perkembangan sel-sel virus corona.

Kita ketahui bahwa, Himbauan pemerintah ini juga banyak nilai positifnya,karena ketika sekarang kita di himbau untuk stay at home maka kualitas pertemuan keluarga meningkat,yang mana orang tua dan anak memiliki waktu yang banyak untuk saling berinteraksi,bisa melakukan aktifitas fisik secara bersama-sama,seperti berolah raga,memasak,bercocok tanam sehingga kita merasa terhibur dan bahagia selama tinnggal dirumah, dan sejenak bisa melupakan virus corona.sehingga rasa cemas dan stress bisa di atasi. Dan Tidak lupa kita harus selalu menerapakan prilaku ber PHBS,salah satunya rajin mencuci tangan dengan menggunkan sabun di air mengalir atau dengan menggunkan handsinitizer ketika berada di luar rumah dan Selalu berdoa ,berikhtiar dan tawakkal dalam menghadapi pandemi covid -19 yang tengah melanda bangsa ini dan dunia.

Mari Selalu ingat Menghadapi wabah corona tanpa terpancing kepanikan maupun virus anxiety, niscaya dapat membantu Anda dapat menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah krisis ksehatan global ini. Pengaruhnya pun tak hanya baik untuk Anda pribadi, tapi juga orang-orang di sekitar Anda.

Penulis : DAHNIAR HABIR,
Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Komentar

Belum ada komentar

Komentar Anda