Detail Berita

DP3A Bombana, Gelar Pendampingan Deklarasi Sekolah Ramah Anak

RUMBIA Kominfo

Penulis : Arif Syam

Kominfo, DP3A - Kegiatan Deklarasi sekolah ramah Anak, dimulai pukul 09.00 Wita di TK Assulaimaniyyah Lauru Kecamatan Rumbia Tengah, kab. Bombana, Jumat, (11/6/2021).

Dihadiri Kepala Dinas P3A, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Polsek Rumbia, Ketua Yayasan, Kabid Pemenuhan Hak Anak, Perwakilan Pemerintah Kecamatan Rumbia Tengah, Forum Anak Kab. Bombana, Orang Tua Siswa, dewan Guru dan siswa-siswi TK Assulaimaniyyah Lauru. Dalam pelaksanaan Kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) menggunakan masker.

Acara diawali Senam SRA di halaman sekolah dilanjutkan acara deklarasi dalam ruangan dengan susunan acara : menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan-sambutan, pembacaan ikrar Deklarasi SRA dan diakhiri Penandatanganan Deklarasi dukungan dan partisipasi terwujudnya Sekolah Ramah Anak di TK Assulaimaniyyah Lauru. 

Sekolah Ramah anak ini sangat penting, Mengingat dalam sehari hari, delapan jam anak berada disekolah selebihnya dilingkungan keluarga, Ia menyebutkan deklarasi sekolah ramah anak tidak secara serta merta dilakukan, melainkan ada komponen atau indikator yang perlu diperhatikan sebelum mendeklarasikan diri sebagai sekolah ramah anak. "ungkap Kepala TK Assulaimaniyyah, Susiana.

Hal sama disampaikan Kabid Pemenuhan Hak Anak Hj. Husnayaeni. Ia berharap dengan deklarasi sekolah ramah anak, maka akan terbentuk pula paradigma baru dalam mendidik anak di sekolah untuk menciptakan generasi tanpa kekerasan. "Program ini menunjang kondisi yang kita harapkan bersama. Sekolah ramah anak menjadi solusi dalam mencegah kekerasan terhadap anak," ujarnya.

Kadis P3A Hj. Sitti Sapiah menambahkan, Tidak hanya pihak sekolah yang mencegah, tetapi secara menyeluruh menumbuhkan kepedulian orang tua dalam melindungi anak dari hal-hal yang tidak diinginkan. baik mencegah kekerasan anak dan juga mencegah perkawinan anak, dimana  Undang-Undang no 16 tahun 2019 tentang perubahan atas UU no 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, yang termuat pada pasal 7 (1). Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (Sembilan belas).

Penyelenggaraan perlindungan anak tentunya menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk Negara, Pemerintah Daerah, Masyarakat keluarga dan orang tua  siswa. Disaat ini yang terpenting adalah merumuskan bagaimana kita semua harus kerja bersama mencegah terjadinya perkawinan anak.

“perlindungan anak menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk anak itu sendiri, mulailah memberikan pemahaman kepada anak bahwa mereka dapat menjadi pelindung bagi diri sendiri dan sekitar mereka utamanya dari pelanggaran hak anak termasuk perkawinan anak” ujar Sitti Sapiah.

Mengakhiri sambutan Kadis P3A, kami dari DP3A Kabupaten Bombana mengucapkan Selamat dan sukses serta mengapresiasi kepada TK Assulaimaniyyah Lauru atas inisiasi Sekolah Ramah Anak menuju terwujudkan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Bombana.

"semoga bisa memenuhi indikator-indikator penilaian Sekolah Ramah anak agar bisa terpenuhi motto SRA “Anak Senang, Guru Tenang, Orang tua bahagia.

Kegiatan di tutup sekaligus ditandai dengan penandatanganan deklarasi dukungan dan pertisipasi Pemerintah setempat, dewan guru dan orang tua siswa serta para undangan yang hadir.

Laporan : Arif Syam


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252