Brucellosis merupakan penyakit yang menyebabkan keguguran di sapi dan bisa menular ke manusia (zoonosis). Penyebab penyakit Brucellosis (klinis keguguran) disebabkan brucella abortus dapat disebarkan melalui konsumsi produk peternakan yang sudah terkontaminasi seperti air susu. Selain itu juga melalui feces yang terkontaminasi terutama dari ternak sesudah melahirkan. Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menginisiasi kegiatan Temu Teknis Program Pembebasan Brucellosis di Pulau Kabaena Kabupaten Bombana bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner Maros Sulawesi Selatan di Aula Dinas Pertanian Selasa (13/2/2024). Adapun peserta temu teknis ini menghadirkan Narasumber kompeten yang hadir berasal dari Balai Besar Veteriner Maros Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Surianto Wedda,S.Pt, Jabatan Fungsional serta petugas peternakan.
Pada kesempatan awal, disampaikan oleh Balai Besar Veteriner Maros Sulawesi Selatan Drh. H. Agustia, Roadmap pembebasan penyakit Brucellosis di Indonesia pada Tahun 2025, sehingga untuk menuju bebas perlu dukungan dari seluruh provinsi di Indoneasia. Menurut Basri dan Sumiarti, 2017 kerugian ekonomi penyakit Brucellosis di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung sebesar Rp. 3,5 – 3,6 Triliun, tambah Arif. Adapun strategi pengendalian dan pemberantasan penyakit Brucellosis: 1) Survaillans (klinis dan laboratorium), 2) Test and slaugter (pada wilayah dengan prevalensi <2% dengan pemberian kompensasi), 3) Pengetatan lalu lintas ternak rentan brucellosis, 4) Vaksinasi (pada wilayah dengan prevalensi >2%), 5) Manajemen dan pengendalian kelompok ternak (melalui pelaksanaan biosekuriti dan manajemen peternakan yang baik), dan Komunikasi Informasi dan Edukasi/KIE (penyadaran masyarakat: zoonosis dan kerugian ekonomi)
Direktorat Jenderal Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian juga telah menyusun Road Map Pembebasan Brucellosis di Indonesia yang ditargetkan akan dicapai pada tahun 2025 dengan 5 (lima) tahap pembebasan, dimulai dari tidak diketahuinya penyakit, hingga pernyataan bebas Brucellosis yang diakui oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).
Agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan rencana, maka Dinas Pertanian Kabupaten Bombana perlu mengadakan Temu Teknis Pembebasan Brucellosis yang dilaksanakan pada hari ini sebagai langkah tindak lanjut dalam upaya mewujudkan Bombana Bebas Brucellosis.
Saat dihubungi via whatshap petugas peternakan Yusup,SP menjelaskan dimana Tujuan kegiatan mendapatkan sertifikat zona bebas brucella untuk pulau kabaena. Dengan adanya sertifikat tersebut pulau kabaena dapat dijadikan sebagai sumber bibit ternak sapi.
Langkah- langkah yg akan di lakukan, Tahun 2023 telah dilaksanakan pengambilan sebanyak 480 sampel serum ternak sapi di seluruh wilayah kabaena dgn hasil 0 positif brucella ternak sapi di pulau Kabaena Kabupaten Bombana. Tahun 2024 pengambilan Sampel akan di perluas dgn mengambil sampel di seluruh desa di kabaena total sampel 798. Tahun 2025 akan diulang lagi pengambilan Sampel terhadap kurang lebih 10 ribu sapi.Jika sampel positif di bawah 0.2% maka sertifikat bebas penyakit brucella diperoleh.ujar Yusup.(Ade)







