Kamis, 04 Juli 2024. Curah Hujan yang cukup tinggi dan intens selama beberapa hari di wilayah Kabupaten Bombana membuat debit air sungai di beberapa wilayah melebihi kapasitas dan meluap.
Wilayah Lasirantang-Teppoe, Wambarema merupakan salah satu wilayah yang terdampak serius dari kejadian ini. Air yang meluap melewati ketinggian tanggul yang ada sehingga klep tanggul Sungai Poleang jebol, menyebabkan daerah penduduk di sekitar wilayah Teppoe terdampak banjir.
Kepala Bidang Teknik Sumber Daya Air Dinas PUPR Kab.Bombana Ir. ISHAK, ST.,MT bersama-sama dengan pegawai melakukan tindak lanjut dan survey pemetaan wilayah terdampak banjir ini.

Berdasarkan hasil survey, sekitar 70% dari penduduk yang tinggal di wilayah terdampak mengalami kerugian langsung baik secara materiil maupun non-materiil, sawah, tambak ikan dan rumah warga terendam banjir hingga setinggi dada orang dewasa.


Sejumlah warga dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi menyusul tingginya permukaan air yang membuat rumah mereka terendam.
Bersama dengan warga masyarakat Desa Teppoe, survey dan pemetaan lokasi terdampak ini guna memetakan daerah yang rawan jikalau keadaan yang sama mungkin terulang kembali. Dan menajdi dasar permohonan ke BWS Sulawesi Tenggara untuk menindaklanjuti daerah aliran sungai di lokasi terdekat.
Respons dan koordinasi dalam menangani situasi darurat ini masih terus diupayakan demi meminimalisir resiko dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi.







