Bombana, PPID Utama – Bupati Bombana, Ir. Burhanuddin, M.Si., meresmikan Kolam Renang Laea Morini yang berlokasi di kawasan Sport Center Kabupaten Bombana, Rabu (17/6/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, anggota DPRD Kabupaten Bombana, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.
Kolam Renang Laea Morini dibangun selama kurang lebih 150 hari kalender dengan anggaran sebesar Rp6,11 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Pariwisata,Kepemudaan dan Olahraga.
Fasilitas kolam renang tersebut berukuran 21 meter x 50 meter, ruang bilas yang higienis, serta sistem sirkulasi air yang dirancang untuk menunjang kenyamanan dan kesehatan pengguna.
Adapun Pembangunan kolam renang ini bertujuan menyediakan sarana olahraga renang yang representatif bagi masyarakat, mendukung pembinaan atlet renang daerah, meningkatkan aktivitas olahraga masyarakat, serta menjadi salah satu aset daerah yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bombana.
Dalam sambutannya, Bupati Bombana menyampaikan bahwa kehadiran Kolam Renang Laea Morini merupakan bagian dari pengembangan kawasan sarana olahraga di Kabupaten Bombana sekaligus wujud komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kolam renang ini dibangun sebagai bagian dari pengembangan kawasan sarana olahraga Kabupaten Bombana. Keberadaannya tidak hanya menjadi sarana pembinaan olahraga renang bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Bombana,” ujar Bupati.
Selain sebagai sarana olahraga dan rekreasi masyarakat, Bupati menegaskan bahwa fasilitas tersebut juga harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi daerah.
“Saya tidak ingin aset daerah yang telah dibangun dengan biaya yang tidak sedikit kemudian terbengkalai atau tidak memberikan manfaat maksimal. Setiap aset daerah harus produktif, terawat, dan mampu menjadi sumber pendapatan yang sah bagi pemerintah daerah,” tegasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik agar keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.(nfl/hn)







