Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Bombana, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang dipimpin oleh dr. Sunandar, MM.Kes mengutus pelaksana Perencana Badan Kesbang, Nursia Sinaga untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Kantor Sendiri (PKS) Pendampingan Pelaksanaan Evaluasi Risk Register bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Bombana. Acara ini berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 20 hingga 23 Mei 2024, di Gedung Auditor Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana. Kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Eselon III, Auditor Lingkup Inspektorat, Kasubag Perencanaan, dan pelaksana lainnya dari berbagai OPD.
Narasumber menjelaskan secara detail pengisian form berwarna hijau yang harus diisi oleh setiap OPD secara bertahap. Kegiatan PKS ini bertujuan untuk membantu OPD dalam menyusun daftar risiko yang mungkin terjadi, menyebabkan risiko, serta cara mengatasi dan mengendalikan risiko tersebut. Nursia Sinaga, perencana dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, turut hadir pada hari kedua kegiatan, yaitu pada tanggal 21 Mei 2024.
Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Muslihin, SP, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyatakan pentingnya penyusunan Risk Register sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko-risiko yang mungkin mengganggu pencapaian tujuan program dan kegiatan strategis di berbagai OPD.
Acara ini didukung oleh narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tenggara, yang dipimpin oleh Koordinator Pengawasan Bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja (APD), Acep Supiani, bersama timnya. Mereka memberikan wawasan dan panduan praktis kepada peserta mengenai teknik penyusunan Risk Register yang efektif dan efisien.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, OPD di Kabupaten Bombana dapat lebih siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin timbul dalam pelaksanaan program dan kegiatan, serta mampu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meminimalisir dampak negatif dari risiko-risiko tersebut. Semangat kolaborasi antarlembaga dan peningkatan kapasitas menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik di masa depan. (sinaganur)







