Senin, 24 September 2024, Rumput laut merupakan sumber daya hayati yang bernilai ekonomis tinggi untuk dibudidayakan. Kandungan nutrisi dan kaya antioksidan membuat rumput laut dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri diantaranya untuk industri agar-agar (Gelidium dan Gracilaria) kemudian untuk industri karagenan (Eucheuma). Di Kabupaten Bombana budidaya rumput laut menjadi mata pencaharian utama masyarakat di kecamatan Poleang Selatan, Poleang Timur, Poleang Tenggara, Kecamatan Kabaena Barat, Kabaena Timur, Kecamatan Mata Oleo dan Kecamatan Masaloka Raya. Jumlah produksi rumput laut kering jenis Eucheuma Cottonii dan Eucheuma Spinosum tahun 2023 sebesar 2.546 ton.
Komoditas rumput laut menjadi salah satu penyumbang PDRB dari aktifitas produktif masyarakat. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah, M.Si, “Rumput Laut merupakan komoditas budidaya perikanan penggerak ekonomi yang berkualitas. Saya kategorikan berkualitas karena murni dari atifitas produktif masyarakat. Pembudidaya kita mengirim barang berupa rumput laut kering keluar daerah. Sebaliknya ada aliran uang dari luar daerha masuk ke Bombana.”
Sebelum masuk pada pembahasan kolaborasi dengan pihak lain dalam upaya pemberdayaan, Ir. Muhammad Siarah, M.Si membuka dengan kendala di tingkat pembudidaya. Terkait hal ini, Kepala Dinas Perikanan Kabuapten Bombana mengatakan bahwa masih dijumpai kendala kurangnya modal kerja terutama untuk penyediaan dan pemeliharaan sarana prasarana kebun rumput laut dan pembelian bibit, serta kendala lain seperti faktor lingkungan perairan dan musim yang berpengaruh pada kesuburan serta kualitas rumput laut. Namun dalam kesempatan ini beliau ingin menitik beratkan pada kendala sumber permodalan sebab ini sangat erat kaitannya dengan harga layak yang diterima pembudidaya. “Rumput laut merupakan komuditas penting dalam industri agar-agar dan karagenan dengan jumlah kebutuhan yang besar, sehingga harga eksport cukup tinggi, namun ironisnya harga di tingkat pembudidaya masih relatif rendah”. Hal tersebut menurut beliau dikarenakan dalam rantai produksi hingga pemasaran terdapat pengumpul yang sekaligus sebagai pemodal, sehingga pembudidaya tidak memiliki bargaining harga.
Oleh karenanya Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bombana menyabut baik Program akses reforma agraria Badan Pertanahan Nasional dalam sektor perikanan, dimana program tersebut diawali dengan sertifikasi aset pembudidaya berupa bidang tanah. Sertifikat tersebut akan membuka akses bagi pembudidaya pada lembaga permodalan seperti Bank atau kredit usaha tanpa bunga yang disediakan Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas PERINDAGKOP. “ Kita bersyukur pimpinan daerah menaruh perhatian besar pada ekonomi kerakyatan dengan menyediakan kredit usaha tanpa bunga yang dapat diakses masyarakat khusunya pembudidaya rumput laut. Dengan adanya sertifikat aset beruap tanah, pembudidaya rumput laut dapat mengajukan kredit usaha dengan agunan sertifikat tersebut”.
Dinas Perikanan dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bombana telah menandatangani perjanjian kerjasama pada fase pendampingan dan fase peningkatan kapasitas dalam rangka pemberdayaan”. Dengan adanya perjanjian kerjasama ini, pengembangan usaha budidaya rumput laut akan mendapatkan perhatian yang lebih serius lagi dari pemerintah Daerah dan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bombana sesuai kewenangannya masing-masing. sebagaimana yang disampaikan kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah, M.Si. “Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan akan meningkatkan perhatian pada pemberdayaan usaha budidaya rumput laut dalam hal penyususnan program dan kegiatan tahunan, sedangkan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bombana setelah melegalisasi asset, akan berkolaborasi dalam fasilitasi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia pembudiya khususnya terkait diversifikasi produk rumput laut dan turunannya “.
Dalam kolaborasi antara Dinas Perikanan dan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bombana ini, difokuskan pada subyek akses reforma agraria yaitu pembudidaya rumput laut diwilayah Kecamatan Poleang Selatan dan Kecamatan Poleang Timur. (Hijra)







