• img
  • img
  • img
  • img

Detail Berita

Standard Post with Image

SOSIALISASI PENANGANAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN RUMBIA

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Rumbia dengan kerjasama dari berbagai pihak menggelar acara sosialisasi. Acara ini melibatkan Kepala Puskesmas Rumbia, Pak Rahmat, AMK.S.ST, Kabid P2P Ibu Andi Ira Anggaraeny Rahman, SKM.M.Kes, Ibu Ratnawati, SKM.M.Kes sebagai Sub.Koordinator P2M, Pak Arif Gunawan Fattah, S.Kep.RTS sebagai Sub.Koordinator PTM, Camat Rumbia Amiruddin, S.Pd, Sekcam Rumbia Andi Binnuraini,AS,SE S.Pd, dan para lurah serta kepala desa sekecamatan Rumbia.

Pada kesempatan ini, Kepala Puskesmas Rumbia, Pak Rahmat, AMK.S.ST, menjelaskan bahwa DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian serius. Ia mengajak masyarakat untuk lebih memahami gejala dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit ini.

Ibu Andi Ira Anggaraeny Rahman, SKM.M.Kes, selaku Kabid P2P, memberikan informasi terkait program-program pencegahan yang telah dijalankan pemerintah. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengeliminasi tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, penyebar utama virus DBD.

Ibu Ratnawati, SKM.M.Kes, sebagai Sub.Koordinator P2M, memberikan gambaran tentang upaya-upaya edukasi dan monitoring yang dilakukan untuk memastikan pemahaman masyarakat terkait DBD terus meningkat. Sub.Koordinator PTM, Pak Arif Gunawan Fattah, S.Kep.RTS, menyampaikan informasi mengenai program pemberantasan sarang nyamuk dan kontrol vektor.

Camat Rumbia, Amiruddin, S.Pd, dan Sekcam Rumbia, Andi Binnuraini,AS,SE. S.Pd, mengajak seluruh lurah dan kepala desa di kecamatan Rumbia untuk bersama-sama mendukung program pencegahan DBD. Keduanya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, puskesmas, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan narasumber. Para peserta didorong untuk aktif bertanya sehingga dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang upaya pencegahan DBD.

Diharapkan, melalui sosialisasi ini, masyarakat Kecamatan Rumbia dapat lebih sadar akan bahaya DBD dan bersedia berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan, sehingga tercipta lingkungan yang bebas dari penyakit DBD.( Jumarni )

 

============================================= -->