Komisi pengawasan pupuk dan pestisida (KP3) Kabupaten Bombana (kejaksaan negeri bombana, polres bombana, inspektorat kab bombana dan dinas pertanian Kabupaten Bombana. Tim gabungan Pupuk bersubsidi melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di wilayah Kabupaten Bombana menyeluruh yang ada di wilayah Kecamatan Poleang Timur, Lantari Jaya, Poleang dan Rarowatu Utara. Kegiatan ini dilaksakan pada minggu pertama bulan Oktober 2024.
Dinas Pertanian Kabupaten Bombana dalam hal ini bidang Prasana dan Saran pertanian (psp) melakukan monev penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah poleang timur dan poleang.
Kepala Bidang PSP Rahmatia, SP.MP beberapa waktu ditemui diruangannya mengatakan “ Salah satu distributor pupuk bersubsidi dikabupaten bombana yaitu CV. Bombana Putra dan beberapa kios pengecer yang ada di wilayah kab. Bombana mempunyai kuota pupuk bersubsidi berdasarkan e alokasi yaitu urea sebesar 2.328 ton, npk sebesar 3.747 ton dan pupuk npk formula khusus sebesar 1.136 ton. Penebusan dan penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat pengecer resmi tergantung dari jumlah permintaan pengecer resmi dengan mengacu pada jumlah kebutuhan pupuk yang tercantum di e-alokasi pupuk bersubsidi. Untuk penebusan pupuk bersubsidi tingkat petani dilakukan dengan menunjukkan ktp asli penerima pupuk bersubsidi dan tidak boleh diwakili.Ujar Rahmatia.
Monev ini tidak dilakukan setengah-setengah. Tim gabungan dari Dinas Pertanian, Kejaksaan Negeri Bombana, dan Polres Bombana, Inspektorat ikut terlibat dalam pengecekan menyeluruh, mulai dari tingkat distributor hingga ke pengecer dan kelompok tani. Tidak hanya soal jumlah pupuk yang didistribusikan, tetapi juga kualitas, harga, hingga waktu penyaluran menjadi sorotan utama. “Kami ingin memastikan bahwa pupuk tidak hanya sampai, tapi juga sesuai dengan harga yang ditetapkan dan kualitasnya terjaga,” lanjut Rahmatia.
Dari jumlah kuota pupuk bersubsidi yang diberikan ke distributor ataupun kios pengecer belum memenuhi semua kebutuhan petani terutama pupuk urea dan npk. Dengan kekurangan tersebut distributor, kios pengecer ataupun petani menunggu realokasi pupuk bersubsidi. Dan alhamdulillah di hari yang sama kami dinas pertanian menerima surat penyampaian untuk realokasi pupuk bersubsidi dari dinas tanaman pangan propinsi sultra. Jadi kami dari bidang prasarana dan dan sarana pertanian akan segera menindak lanjuti realokasi pupuk bersubsidi.
Sementara itu pihak distributor atau pengecer resmi mengatakan untuk pupuk npk formula khusus yang diperuntukkan untuk tanaman kakao kurang diminati petani, salah satu petani yang kami temui alasan mereka belum menebus pupuk npk formula khusus karena harganya agak berbeda dengan harga npk ponska, ini salah satu masalah yang dihadapi pihak distributor ataupun pengecer resmi dalam penyalurannya.
Saran dari kami agar menarik pehatian petani untuk menebus pupuk npk formula khusus sebaiknya pihak pupuk indonesia bekerja sama dengan penyuluh pertanian untuk mensosialisasikan ke petani manfaat ataupun kelebihan dari pupuk npk formula khusus ini” Tutup Kabid PSP. (ade)







